Sedikit cerita tentang Barus

Misi perjalanan dinas saya kali ini ke sebuah daerah yang bernama Barus, membawa saya untuk sedikit kenal dan tahu tentang kota ini. Barus merupakan salah satu kota di Kabupaten Tapanuli Tengah. Menurut cerita dari Bapak Rusmin Tumanggor, dahulu kota barus merupakan salah satu pelabuhan antar negara yang sangat terkenal, hal tersebut tertulis dalam catatan perjalanan Ptomoleus pada abad ke 2 Masehi, yang menyebutkan nama Barus di dalam catatan perjalanannya dan dikenal sebagai daerah penghasil kapur untuk mengawetkan mayat. Kapur ini didapat dari minyak di batang pohon yang hanya tumbuh di Barus, pohon ini bisa dipanen setelah 75-100 tahun.

Kapur (Barus) sendiri dalam bahasa pedalaman barus dikenal sebagai Kafuu, sedangkan dalam bahasa Arab Al Kafur/Kafuuran, Perancis Camprige, Belanda Kamfer, Cina Camphuyse, nama kapus dari barus pun sudah ada dalam al-qur;an Surat Al-Insan ayat 5. Ketika nama kapur (barus) disebutkan dalam Al-Qur’an sudah barang tentang barus merupakan sebuah kota yang memiliki posisi penting dalam kehidupan di Timur Te ngah.

Barus sebagai salah satu pelabuhan antar negara dan pusat perdagangan internasional pada zaman itu, dan salah satu yang diperdagangkan adalah kapur barus tersebut, seperti disebutlkan bahwa harga kapur barus itu bisa lebih mahal daripada emas terutama di Yunani.

Namun sekarang Barus hanyalah sebuah kota tanda kenangan, anak-anak muda tidak tahu dan kenal lagi apa dan bagaimana peranan penting barus dahulu pada masa sebelum nusantara disatukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s